oleh

Bupati Tebo di Minta Segera Pecat Kepsek SD N 69/VIII Mengupeh Kec. Tenggah Ilir

-Tebo-1.321 views

Tebo (JAMBI) wartaposgroup –Kekerasan terhadap murid atau Siswa terkadang dipicu oleh kenakalan Murid atau Siswa, lain lagi yang terjadi disalah satu SD N 69/VIII Mengupeh Kecamatan Tenggah ilr Kabupaten Tebo provinsi jambi 01/06/2019.

Pemukulan atau boleh dikatakan penganiayaan terhadap murid oleh seorang kepala sekolah adalah perbuatan yang tidak terpuji, pasalnya seorang kepala sekolah seharusnya menjadi contoh bagi lingkungan sekolah baik itu para guru dan para murid, apa jadinya bilamana seorang panutan tidak memberikan contoh yang baik dilingkungannya.

Sapril. S.Pd nip, 1968060720080110181 adalah seorang kepsek di SD N 69/VIII mengupeh dikecamatan Tenggah Ilir. Tega menganiaya seorang murid Kls VI berinisial ALF, yang hanya mempertanyakan baju batik yang telah dibayarnya tidak kunjung di berikan sudah sekian lama.

ALF meminta uang baju batiknya, untuk dikembalikan kepada kepsek Sapril. S.Pd nip, 1968060720080110181 pada selasa 28/05/2019 lalu. Namun bukannya di berikan uang oleh kepsek Sapril.S.Pd. malah ALF di pukul wajahnya dengan mistar oleh sang kepsek, hingga mistar itupun pecah.

kabar dari jupen orang tua korban (ALF) melalui via hand phone selulernya mengatakan bahwa sebelumnya mereka sudah lapor kepijak berwajib, namun dipasilitasi damau oleh keluarga kepsek. dengan uang damai rp. 5 jt.

“sebelumnya dikarenakan kesal anak kami di aniaya, kami lapor polisi, namun pihak keluarga kepsek datang untuk berdamai dengan membayar uang damai rp. 5 juta” jelas orantua ALF.

Hal ini, sangat miris sekali di dunia pendidikan, se-orang panutan para guru dan murid dilingkungan sekolah malah berbuat tidak mendidik tergolong kejam dan sadis. dan akan membuat was was terhadap orang tua wali murid terhadap anak anak mereka di SD N 69/VIII Mengupeh akan terulang kejadian seperti ALF.

Diminta kepada bupati tebo dan pihak dinas pendidikan tebo memecat kepsek SD N 69/VIII mengupeh kecamatan tenggah ilir dan mengusut proyek baju batik di sekolah tersebut yang diduga juga menyalahi aturan disinyalir hanya sebagai kedok untuk melakukan pungli modus mony laundry.(Jas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed