oleh

Dijampret Kamera Sopir Gas LPG Kebakaran Jengot

“Menghalanggi tugas wartawan bisa di pidana diduga seorang sopir agen LPG 3 kg bersubsidi PT. Sulthan Energi Tebo”

Tebo – Diduga Perbuatan melawan hukum melakukan arogansi, Seorang sopir mobil PT. Sultan energi Tebo yang berinisial (R) kepada wartawan liputan provinsi Jambi yang mengambil Poto mobil tersebut sopir langsung berbicara seolah olah melarang wartawan mengambil poto dengan bersikap arogansi Selasa 19/05/2020.

Saat media wartaposgrup konfirmasi salah satu yang diduga sebagai korban arogansi pada seorang wartawan RI liputan provinsi Jambi dia membenarkan kalau dia di perlakukan tidak menyenangkan yang hendak mengambil dokumentasi mobil gas LPG 3 kg.

“Yang saat ini lagi heboh di pacebook tentang kelangkaan gas tersebut”

Niat hati ingin membantu masyarakat supaya masyarakat yang tidak dapat gas LPG tersebut bisa mendapatkan dengan satu catatan satu KK satu tabung gas elpiji 3 kg.

Namun niat baiknya itu malah menjadi perbuatan yang tidak menyenangkan oleh salah satu sopir PT Sulthan Energi Tebo Bersikap arogansi.

Sopir bilang kalian tidak punya hak untuk mengambil Poto lihat dulu siapa orangnya. jangan sembarang ambil Poto. Apa salah kita maka datang datang Poto mobil saya. Saya dari tadi udah lihat kamu buntutin mobil” saya ujar dia dengan nada keras.

Sangat disayangkan sikap yang diduga pelaku sopir tersebut yang menghalang-halangi tugas jurnalis memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi.

Di kelurahan sungai bengkal kecamatan Tebo Ilir kabupaten Tebo.

Saat awak media hubungi pemilik PT .Sulthan energi Tebo mengatakan siapa? Orangnya kan bang silahkan orang tersebut, saya juga belum dapat info dari anggota.
Makasih infonya bang
saya paham kok kode etik jurnalistik, jurnalis pun tahu tempat tempat dimana untuk mengambil gambar semata mata untuk membuat berita yang terjadi dilapangan untuk informasi masyarakat luas. Jadi bukan tanggung jawab kita karyawan melarang larang jurnalis mengambil gambar. nanti saya infokan ke anggota. Makasih ya bang informasinya imbuhnya,

Sesuai dengan undang-undang pers, Jurnalistikalankan tugasnya mendapatkan perlindungan hukum, dan barang siapa yang menghambat dan menghalangi dalam menjalankan tugas wartawan/jurnalistik maka di ancam pidana penjara paling lama 2 tahun penjara atau denda sebanyak-banyaknya rp.500 juta, sebagai mana yang di tuankankan dalam undang undang pers no.40 tahun 1999, tentang pokok pers pasal.4. dan pasal.18.

Dengan kejadian malam ini sangat di sayangkan sikap yang arogansi sopir mobil PT.sulthan energi Tebo terhadap wartawan maka dari itu kami tegaskan supaya yang diduga pelaku yang menghalangi tugas jurnalistik ini segera di proses sesuai dengan UU pers agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi terhadap wartawan yang lainnya. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed