oleh

Judi Berkedok Pasar Malam Marak : Ketua MUI dan Muhammadiyah Harus Ambil Sikap

Kerinci │Perjudian tetap dilarang dalam ajaran Islam, apalagi sudah marak di muka umum. Hal ini sudah tidak ada harga lagi petinggi petinggi Agama (Islam) di kota sungai penuh dan kabupaten kerinci 16/11/2019.

Hal itu ditangapi oleh ketua eksekutif LSM Gerakan Pengawalan Pengawasan Aparatur dan Masyarakat (GP2AM). Dalam pantauannya di dua negeri ini kota sungai penuh dan kabupaten kerinci. sudah bebas tindakan perjudian yang merusak aklak masyarakat dan tokoh – tokoh masyarakat di kota sungai penuh baru baru ini.

“Rusak…! aklak masyarakat tokoh masyarakat yang hanya jadi penonton, tindakan perjudian besar besaran di muka umum, yaitu judi bola gelinding dan bolling, yang mana di daerah lain tidak di bolehkan, baru baru ini di kota sungai penuh bola gelinding berkedok pasar malam bebas beroperasi hingga akhir operasi mereka selama 20 hari, di mana letak harga diri dan aklak tokoh masyarakat dan tokoh agama di kota ini” ungkapnya.

Dan juga ia mengatakan setelah usai mengrogoti uang masyarakat kota sungai penuh, judi berkedok pasar malam tersebut pindah beroperasi di kecamatan siulak mukai kecamatan siulak mukai kabupaten kerinci, di sana judi berkedok pasar malam juga bebas beroperasi tanpa ada tindakan dari oknum tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pihak berwajib.

“Kita sangat heran di dua daerah ini, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pihak berwajib seakan akan hanya menyandang nama selaku tokoh dan pihak penegak hukum, buktinya setelah mengrogoti uang masyarakat kota sungai penuh, judi berkedok pasar malam itu, berpindah ke kabupaten kerinci desa siulak mukai kecamatan siulak mukai, saat ini judi berkedok pasar malam di kabupaten kerinci setelah di kota sungai penuh ada 4 titik, satu di siulak mukai omset terbesar dan 3 titik di beberapa kecamatan kerinci mudik yaitu kecamatan kayu aro dan kecamatan gunung tujuh, mirisnya lagi tercium pemain belakang judi pasar malam ini adalah PNS” ketusnya.

alat judi bowling berkedok pasar malam di kecamatan kayu aro dan kecamatan gunung tujuh

“Pemilik atau bos bola bowling tersebut diwilayah ini berinisial Sailen yang berlokasi di Desa Sungai Sikai Kec. Gunung Tujuh tepatnya didepan Hotel Zahza dan diwilayah Kecamatan Kayu Aro milik Nano alias Wa’ud berlokasi di Desa Tanjung Bungo”

Untuk menjaga masyarakat dari pembodohan dan kerusakan di butuhkan para tokoh masyakat dan tokoh agama serta pihak penegak hukum yang baik. Apalagi hal-hal menyangkut rongrongan perusakan aklak dan merugikan masyarakat. Daerah ini butuh tokoh dan penegak hukum yang bukan hanya menyandang nama ketua dan keperwiraan saja. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed