oleh

Tugas Berat Dinas Pendidikan di Masa Pademi Covid-19, Ini Kata Junaidi Rahmad 

Muara Sabak, Wartaoosgroup. co.id –  Pendidikan berfungsi sebagai pencetak manusia berkualitas, semakin bagus suatu pendidikan maka semakin bagus kualitas manusia yang dihasilkan. Pendidikan merupakan salah satu OPD urusan wajib pemerintah untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tertuang dalam Visi Misi Merakyat, yang tercantum  dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Fungsi pendidikan sangat strategis dan penting dalam upaya mewujudkan kemajuan dan peningkatan kemakmuran masyarakat, bahkan berkolerasi dengan upaya peningkatan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan, oleh karenanya fungsi pendidikan merupakan salah satu prioritas urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan.

banner 728x90

Berdasarkan program Dinas Pendidikan dalam Pendanaan  RPJM APBD 2016-2921 Kabupaten Tanjabtim belanja langsung periodik yang wajib dan mengikat serta prioritas utama untuk sektor Dinas Pendidikan di Tahun 2016 sebesar Rp.39.550.920.838,76, Tahun 2017 sebesar Rp.38.512.590.407,09, Tahun 2018 sebesar Rp. 43.858.209.934,98, Tahun 2019 sebesar Rp. 44.753.134.491,68, Tahun 2020 sebesar Rp. 45.666.845.557,40 dan di Tahun 2021 sebesar Rp.46.599.763.263,24 atau secara persentase 35,5 persen. paparnya Kamis (8/4/2021)

Bidang PAUDNI, dalam meningkatkan SDM dan Angka Partisipasi Kasar (APK), APK PAUD di Tahun 2015 54,11 persen, di Tahun 2021 menjadi 63,91 persen, Angka Melek Hurup 97, 30 persen di Tahun 2015, 97,45 persen Tahun 2021, angka Rata-rata lama sekolah di Tahun 2015 usia 6, 26 tahun dan tahun 2021 usia 7,10 tahun, Harapan Lama Sekolah tahun 2015 usia 11, 28 tahun, di Tahun 2021 usia 11,40 tahun

Bidang Pembinaan TK/SD , dalam Meningkatkan kualitas SDM dilihat dari  indikator kinerja Angka Partisipasi Murni (APM),  APM SD  kondisi di Tahun 2015 sebesar  97,08 %  sedangkan di Tahun 2021 sebesar  97,14 %   APK SD /Sederajat 112 % di Tahun 2015 sedangkan di Tahun 2021 113,01 % . sedangkan persentase Rasio ideal rombongan belajar (timbel) Sekolah Dasar (SD )Tahun 2015 89,22 % di Tahun 2021 89,90%. 

Persentase peserta didik dalam tiap rombel untuk SD tidak melebihi 32 siswa 89,22 persen di Tahun 2015 sedangkan di Tahun 2021 88,30 persen,  Target capaian Dinas Pendidikan Tanjab Timur di setiap tahunnya dengan Angka Partisipasi Sekolah SD di Tahun 2015 104,39 %, di Tahun 2021 104,48%

Angka Putus Sekolah (APS) Sekolah Dasar (SD) Tahun 2015, 0,27 % di Tahun 2021,  0,23 % Angka Kelulusan (AL) SD Tahun 2015, 99,60 % di Tahun 2021, 99,80 %.  Angka Melanjutkan (AM) dari SD/ MI ke SMP/MTS Tahun 2015 97,02 % di Tahun 2021 97,13 % 

Rasio ketersediaan sekolah SD/ penduduk usia sekolah Tahun 2015 98,30 sedangkan di Tahun 2021 99,05 % Rasio guru/ murid SD sederajat Tahun 2015 61,11% di Tahun 2021 61,31 % .

Bidang Pembinaan SMP  Angka Partisipasi Murni  (APM) SMP/ Sederajat Tahun 2015,  84, 23 %  kondisi Tahun 2021,  84, 29 %  APK SMP / Sederajat di Tahun 2015 92,27 %, di kondisi Tahun 2021 92,36 % ,  persentase Rasio rombel SMP 95,56 % di Tahun 2021 sudah mencapai 100 %.

Sekolah SMP 84, 89 % Tahun 2015, di Tahun 2021 84,96 %  persentase peserta didik dalam tiap Rombel untuk sekolah SMP tidak melebihi 36 siswa 98,30 % di Tahun 2015, sedang di Tahun 2021 100 %, Rasio ketersediaan SMP 67,51 %,  Tahun 2015, dan Tahun 2021 67, 60 persen,  Rasio guru/ murid SMP sederajat Tahun 2015 59, 43 % di Tahun 2021 59,52 %, APS SMP/MTS Tahun 2015 0,35 persen di Tahun 2021 0,28 % , AL SMP/MTS Tahun 2015 97, 02%  di Tahun 2021 97,20 % , AM SMP/ MTS ke SMA/ SMK/ MA Tahun 2015 79,95 persen di Tahun 2021 80,05 persen dan guru yang memenuhi kualifikasi S 1/ D- IV Tahun 2015 90,82 % di Tahun 2021 90,88 %.

Indikasi rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan Kabupaten Tanjabtim Tahun 2016-2021 Dinas Pendidikan, program anak usia dini PAUD untuk Tahun 2016, 56 persen dengan dana Rp. 5.555.206.738,75 dan di Tahun 2021 mencapai 64 persen dengan dana Rp. 4.235.949.000,00. Jumlah total dana digelontorkan selama 5 Tahun sebesar Rp. 25.834.547.738,75. Program wajib belajar sembilan Tahun Tahun 2016 sebesar Rp 20.860.195.523,89 sedangkan di Tahun 2021 sebesar Rp. 41.180.792.107,69 dengan total keseluruhan selama 5 Tahun berjumlah sebanyak Rp. 234.645.362.107,74. Program pendidikan Non Formal sebesar Rp 11.225.000.000. program mutu pendidikan dan tenaga kependidikan Sebesar Rp. 35.400.000.000. Program management pelayanan pendidikan sebesar Rp. 7.505.000.000.

” Lanjut Kadis Diknas Tanjab Timur Kepala Dinas Drs. Junaedi Rahmad, M.H Mengatakan kepada Media Wartapiagroup.co.id menyampaikan APBD Tanjab Timur untuk dinas pendidikan kurang lebih  35,5 % terdiri dari  dana BOS dan DAK APBN, kalo dihitung dari APBD murni baru sekitar 11 Persen ( berdasarkan data Neraca Pendidikan Daerah, diterbitkan Kemendikbud), ungkapnya, 

Adapun permasalah Pendidikan terkait dengan peningkatan SDM yakni masih terdapat ruang kelas dalam kondisi kurang baik, proses belajar mengajar belum maksimal karena rendahnya SDM tenaga pengajar dan belum meratanya distribusi tenaga pendidik, wajib belajar 12 tahun belum terlaksana dengan baik.

Menanggapi dinamika permasalahan Pendidikan dikarenakan Kondisi permasalahan SDM Guru dan tenaga Kependidikan, dari 3.427 guru dan tenaga kependidikan, 900 orang merupakan PHTT. Oleh karena itu kita mendorong agar tenaga PHTT bisa diterima menjadi PPPK atau CPNS. Kompetensi guru yang masih rendah kita tingkatkan dengan Diklat Kompetensi Guru, Kepala sekolah dan Pengawas Sekolah. Peningkatan manajerial pengelolaan sekolah dengan Diklat Kepala Sekolah, pungkas Junaidi Rahmad Kadis Pendidikan Tanjab Timur. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed